Selasa, 16 Oktober 2012

isi berita



Kementerian Agama menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) selama lima hari (25-29/6) di Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat. Gelaran yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia ini menjadi bukti madrasah mampu menjadi pilihan pendidikan untuk membentuk karakter bangsa yang kuat secara keimanan dan ilmu pengetahuan. Untuk mengoptimalkan capaian itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) dilibatkan dalam kompetisi ini, karena PTN tersebut adalah yang paling kredibel dalam konteks pengembangan sains dan teknologi di Indonesia. “Sebagai upaya untuk menjaga mutu kompetisi ini kami bekerjasama dengan ITB. Dengan kompetisi yang bermutu, maka akan memupuk motivasi dan gairah siswa dalam sains, sehingga bisa berprestasi tak hanya di tingkat nasional, bahkan diharapkan mampu berkompetisi di Internasional,” kata Dirjen Pendidikan Islam Prof Nur Syam.
Untuk berpartispasi dalam laga olimpiade ini para Duta Intelektual dari Lembata, harus di ‘godok’ secara optimal di Madrasah, dalam hal ini MAN (Madrasah Aliyah Negeri ) Kedang, selama satu minggu sebelum berlaga di tingkat Provinsi, yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT di Kupang pada tanggal 19-21 Juni 2012. “Kami dikarantina selama 1 minggu secara khusus sebelum mengikuti lomba di Kanwil.” Kata Dwi Miranti Sadli, “ Bersama guru-guru yang kompeten dibidang mata pelajaran Biologi, Kimia, Matematika, Fisika dan Ekonomi, kami diajar secara maksimal dan sangat baik, sehingga kami bisa memahami dan menguasai mata pelajaran ini.” Lanjut Sandiyati Ahdin. Berkat perpaduan kegigihan, ketekunan dan kecerdasan guru dan siswa, akhirnya mengantarkan mereka sebagai Duta intelektual

Tidak ada komentar:

Posting Komentar