Kementerian Agama
menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) selama lima hari (25-29/6) di Hotel
Harris, Bandung, Jawa Barat. Gelaran yang diikuti ribuan peserta dari seluruh
Indonesia ini menjadi bukti madrasah mampu menjadi pilihan pendidikan untuk
membentuk karakter bangsa yang kuat secara keimanan dan ilmu pengetahuan. Untuk
mengoptimalkan capaian itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) dilibatkan dalam
kompetisi ini, karena PTN tersebut adalah yang paling kredibel dalam konteks
pengembangan sains dan teknologi di Indonesia. “Sebagai upaya untuk menjaga
mutu kompetisi ini kami bekerjasama dengan ITB. Dengan kompetisi yang bermutu,
maka akan memupuk motivasi dan gairah siswa dalam sains, sehingga bisa
berprestasi tak hanya di tingkat nasional, bahkan diharapkan mampu berkompetisi
di Internasional,” kata Dirjen Pendidikan Islam Prof Nur Syam.
Untuk berpartispasi
dalam laga olimpiade ini para Duta Intelektual dari Lembata, harus di ‘godok’
secara optimal di Madrasah, dalam hal ini MAN (Madrasah Aliyah Negeri ) Kedang,
selama satu minggu sebelum berlaga di tingkat Provinsi, yang diselenggarakan
Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT di Kupang pada tanggal 19-21 Juni 2012.
“Kami dikarantina selama 1 minggu secara khusus sebelum mengikuti lomba di
Kanwil.” Kata Dwi Miranti Sadli, “ Bersama guru-guru yang kompeten dibidang
mata pelajaran Biologi, Kimia, Matematika, Fisika dan Ekonomi, kami diajar
secara maksimal dan sangat baik, sehingga kami bisa memahami dan menguasai mata
pelajaran ini.” Lanjut Sandiyati Ahdin. Berkat perpaduan kegigihan, ketekunan
dan kecerdasan guru dan siswa, akhirnya mengantarkan mereka sebagai Duta
intelektual
Tidak ada komentar:
Posting Komentar